yushi wouldn’t call them close friends. not really, when they don’t really talk outside of work and live different lives with no significance to one another. tapi yushi memulai karirnya bersamaan dengan giselle—di tempat yang sama, dalam program yang sama. jadi nggak heran kalau yushi punya emotional attachment tersendiri sama talent yang satu ini.
giselle jadi talent terakhir mbc yang kontraknya berakhir, and yushi’s genuinely happy he could get her on track talk this quickly, because he knows just how talented she is, and how amazing her guesting would be for nct. sue yushi for having favoritism, but he wants this episode to do really well.
juni 2025 akan menjadi bulan terakhir mbc tayang di televisi indonesia, nggak akan ada lagi episode baru ataupun siaran langsung yang diproduksi. akhir-akhir ini, ibu jadi sering pasang mbc di tv sudut kopi, dan setiap kali program lama yang pernah yushi produksi diputar ulang, ibu nggak pernah lupa buat ngabarin dengan sebuah foto.
to say yushi is totally over it would be a lie, because he really did love working at mbc. but he’s enjoying his current life as nct’s senior writer—the stakes are higher, but so is the pay. all these ideas he never thought could be pulled off have now become real episodes, stuff he knows mbc would’ve never let him do.
and then… there’s the people. especially one specific person he’s been trying so hard to avoid today.
“kenapa bisa ada major change setelah finalisasi set? kita baru meeting 2 hari yang lalu, loh.” tanya sion dengan nada yang cukup tinggi ke arah yushi dan tim penulisnya.
“saya yang ubah, mas. kita baru dapet konfirmasi kalau giselle bersedia duet sama anton buat cover-rediscover.” jawab yushi tanpa melihat suaminya langsung.
“kenapa harus berubah urutan segmennya? kalau nambah satu lagu ya lanjut aja back to back di set yang sama.”
“ya to build the hype lah, mas. makanya di script yang baru kita pisahin, biar ada iklan ditengahnya.”
“harusnya kalau ada option kayak gini diomongin pas meeting kemaren. siapin dua script buat plan a dan plan b. sekarang t-5 hours and we’re rearranging commercial breaks, lighting cues…”
ruang rapat langsung sunyi seketika, kelihatan ada rasa takut juga di mata teman-teman kerjanya. udah lama banget sejak terakhir kali mereka dengar yushi dan sion berantem kayak gini di kantor. yushi sadar dia memang kurang siap soal perubahan acara mereka, tapi setelah semua yang dia liat di internet hari ini, apapun yang keluar dari mulut oh sion rasanya jadi tiga, empat kali lebih nyebelin dari biasanya.
“oke, saya yang salah. tapi saya juga udah diskusi sama kak sooyoung, sama lighting director, audio, set manager.. dan mereka menyanggupi perubahannya. toh saya nggak lepas tangan gitu, kok.”
“bukan masalah siapa yang salah, yushi. ini masalahnya…”
“kalau bukan saya trus siapa yang salah? saya yang kasih arahan buat ganti urutan segmen, saya juga yang lolosin scriptnya.”
“maksud mas tuh…” sion stops mid-sentence the moment he realizes he just referred to himself as mas. and it’s clear the rest of the room noticed too—anton lee even has a frown on his face that he’s not bothering to hide.